Apa itu Diabetes Mellitus ?

Diabetes Mellitus tipe II adalah suatu penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah secara terus-menerus (hiperglikemia). Penyebab utama penyakit ini adalah akibat kebiasaan makan dengan makanan yang tinggi akan gula, berat badan melebihi normal, serta kebiasaan merokok.

Sebenarnya penyakit Diabetes Mellitus `Tipe II tidak terjadi secara tiba-tiba. Setidaknya ada tahapan yang mengawali terjadinya penyakit Diabetes Mellitus Tipe II ini. Tahapan itu dinamakan dengan Gangguan Toleransi Glukosa (GTG). Namun yang perlu disayangkan, banyak dari pasien yang tidak menyadari terjadinya GTG sehingga menyebabkan berkembangnya GTG menjadi Diabetes Mellitus Tipe II.

Untuk mengatasi penyakit ini, penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang sebenernya terjadi ditubuh penderita Diabetes Meliitus Tipe II ini. Mengapa tubuh yang seyogyanya membutuhkan gula sebagai sumber energi malah dipaksa harus menghindari gula??.

Setiap sel dalam tubuh membutuhkan energi untuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Energi tersebut didapatkan dari makanan yang sudah diubah menjadi gula. Dan perlu anda ketahui bahwa setiap sel memiliki reseptor untuk menangkap gula tersebut dengan bantuan agen metabolisme gula darah.

Kami Relakan waktu kami untuk mendengar keluhan anda karena Kami peduli akan kesehatan anda

SEGERA KONSULTASIKAN KELUHAN ANDA KEPADA KAMI SEBAGAI LANGKAH AWAL DALAM MENJALANI.

KONSULTASI PENGOBATAN GRATIS VIA WHATSAPP

  Chat Via Whatsapp
(0819 820 221)



Jika kita di-ibaratkan sel memiliki tangan (reseptor) yang berbentuk segitiga sedangkan molekul gula berbentuk bulat. Maka dibutuhkan agen metabolisme gula darah sebagai penghubung agar molekul gula bisa masuk kedalam sel. Pada orang normal, setiap reseptor sel membutuhkan 1 unit agen metabolisme gula darah untuk bisa menangkap 1 gula didapatlah perbandingan 1:1 ( artinya 1 molekul gula membutuhkan 1 unit agen metabolisme gula darah untuk masuk kedalam sel) Namun karena pola hidup yang buruk dan berbagai faktor lainnya, tubuh mengalami gangguan dalam pembentukan agen metabolisme gula darah sehingga kualitas dan bentuk agen metabolisme gula darah menjadi rusak. Dalam keadaan ini untuk memasukkan 1 molekul gula membutuhkan 3 unit agen metabolisme gula darah sehingga perbandingannya menjadi 1:3 (artinya 1 molukel gula membutuhkan 3 unit agen metabolisme gula darah untuk bisa masuk kedalam sel)

Akibat kebutuhan agen metabolisme gula darah yang banyak, Pankreas “dipaksa” untuk bekerja lebih berat. Pada tahapan inilah pasien telah memasuki fase GTG (Gangguan Toleransi Glukosa) dimana waktu yang dibutuhkan untuk mencerna gula menjadi sedikit lebih panjang dibandingkan manusia normal. Bila hal ini dibiarkan dalam jangka panjang maka kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan sel ß pankreas. Dimana Sel ß pankreas secara normal mengatur pengeluaran agen metabolisme gula darah yang dapat mempertahankan kadar gula dalam darah. Ketika sudah terjadi kerusakan Sel ß pancreas inilah pasien baru disahkan sebagai penderita Diabetes Mellitus Tipe II.

Ada hal yang kami kurang setuju dalam penanganan penyakit Diabetes Mellitus tipe II dalam beberapa kasus yang ditangan oleh medis konvensional. Pihak Medis Konvensional sering kali memberikan golongan sulfonylurea dimana cara kerja obat ini adalah memaksa pankreas untuk bekerja memproduksi agen metabolisme gula darah lebih banyak lagi dari sebelumnya. Padahal dari patomekanisme diatas kita bisa mengetahui bahwa sel ß pankreas pada penderita GTG (early stage diabetes mellitus tipe II) telah melakukan kompensasi untuk memproduksi agen metabolisme gula darah jauh lebih banyak dari pada sebelumnya. Bila tubuh pasien GTG diberikan obat golongan sulfonylurea ini, maka kerusakan pankreas akan terjadi semakin cepat (bagaikan mencambuk organ yang sedang sakit untuk bekerja lebih keras) dan pada akhirnya pankreas akan memasuki fase defek dimana pankreas tidak mampu memproduksi agen metabolisme gula darah sama sekali. Dan pastinya pada fase tersebut penderita diabetes mellitus Tipe II tersebut mau tidak mau harus menggunakan agen metabolisme gula darah untuk mengendalikan kadar gula darahnya. .

Padahal penggunaan agen metabolisme gula darah sendiri juga memiliki segudang efek samping. Mari Kami gambarkan kepada anda bagaimana bahayanya penggunaan agen metabolisme gula darah dalam jangka panjang.

“Andaikan Anda adalah seorang penderita Diabetes Mellitus tipe II yang diberikan dokter dosis agen metabolisme gula darah 20 unit per hari. Nah dihari pertama, anda mengkonsumsi nasi ayam bakar dengan molekul gula 20 unit. Sehingga anda perlu menyuntikkan agen metabolisme gula darah dengan dosis 20 unit. Hari kedua anda diundang makan oleh teman anda dan disajikan nasi goreng dengan ayam semur yang mengandung 40 unit molekul gula lalu anda tetap menyuntikkan agen metabolisme gula darah dengan dosis 20 unit. Dihari Ketiga anda sedang tidak berselera makan sehingga anda hanya mengkonsumsi apel 2 buah saja yang mengandung 5 unit molekul gula namun lagi lagi anda tetap menyuntikkan insuin dengan dosis 20 unit”.

KONSULTASI PENGOBATAN GRATIS VIA WHATSAPP

  Chat Via Whatsapp
(081 288 000 300)



Coba perhatikan, terdapat ketidak seimbangan antara dosis agen metabolisme gula darah dengan unit molekul gula yang masuk. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya kelebihan ataupun kekurangan agen metabolisme gula darah didalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit baru berupa gangguan hormon zat agen reproduksi pria dan zat agen reproduksi wanita, Polikistik ovarium sindrom, Depresi, penimbunan lemak berlebih, meningkatnya resiko jantung koroner dll. Mengapa demikian??? Ya karena sesungguhnya keseimbangan pengeluaran hormon apapun didalam tubuh kita diatur oleh otak. Jadi tidak ada dosis harian yang tetap. Otaklah yang menentukan dosis kebutuhan sekresi hormon perharinya sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi tindaklah mungkin menciptakan dosis agen metabolisme gula darah harian yang menetap, keadaan ini akan menyebabkan ketidakseimbangan yang mengganggu kinerja hormon lain karena kinerja antara 1 hormon mempengaruhi kinerja hormon lainnya. (A. Schaschkow, C. Mura, S. Dal, A. Langlois, E. Seyfritz, C. Sookhareea, W. Bietiger, C. Peronet, N. Jeandidier, M. Pinget, S. Sigrist, and E. Maillard, “Impact of the Type of Continuous agen metabolisme gula darah Administration on Metabolism in a Diabetic Rat Model”. UMR DIATHEC, EA 7294, Centre Européen d’Etude du Diabète, Université de Strasbourg (UdS), Boulevard René Leriche, 67200 Strasbourg, France. Department of Endocrinology, Diabetes, and Metabolic Diseases, Pôle NUDE, Hôpitaux Universitaires de Strasbourg (HUS), 67000 Strasbourg Cedex, France

Kami melakukan penelitian terhadap kasus-kasus Diabetes Mellitus dan ternyata kami mendapati pada sebagian besar penderita Diabetes Meliitus Tipe II memilik jumlah agen metabolisme gula darah yang normal bahkan meningkat namun dengan bentuk yang tidak sempurna. Kadar gula darah yang meningkat akan menyebabkan darah menjadi kental (glukosilasi), hal ini berakibat terhadap percepatan pembentukan atherosklerosis (sumbatan) pada pembuluh darah yang berisiko tinggi untuk kejadian Penyakit Jantung Koroner, Stroke, Gagal Ginjal, Kebutaan, dll.

KONSULTASI PENGOBATAN GRATIS VIA WHATSAPP

  Chat Via Whatsapp
(0857 2020 2039)


Kami pun mencari berbagai bahan herbal yang dapat bertindak bukan hanya untuk menurunkan kadar gula darah namun yang terpenting adalah dapat memperbaiki produksi agen metabolisme gula darah oleh sel ß pankreas. Dan setelah bekerja sama dengan beberapa peneliti-peneliti herbal dari negara-negara lain akhirnya kami menemukan bahwa Tithonia diversifolia, Cyclocarya paliurus dengan ekstraksi herbal bertingkat dapat membantu perawatan penderita Diabetes Mellitus Tipe II dalam menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki kualitas produksi dari sel ß pankreas dalam memproduksi agen metabolisme gula darah.



Kami menamai produk ini dengan Diacose Gold. Diacose Gold telah diteliti pada mencit yang telah di perlakukan khusus sehingga memiliki penyakit Diabetes Mellitus dengan kadar gula darah > 300 mg/dl. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gula darah tikus yang diberikan Diacose Gold mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan.

Selain itu, karena penyebab utama Diabetes Mellitus tipe II adalah kerusakan hormon agen metabolisme gula darah, kami kembali mencari bahan herbal yang berfungsi memperbaiki hormon tersebut. Kami pun menemukan bahwa ekstrak dari daun dan buah tanaman Olea europea oil yang dikonsumsi selama 12 minggu, secara signifikan mampu membantu memperbaiki kualitas hormon agen metabolisme gula darah baik secara fungsi (sensitivitas) maupun pengeluaran (sekresi).



kami menamai produk ini dengan Eropea. Eropea terbukti dapat meningkatkan sensitivitas agen metabolisme gula darah hingga 15-20 % dibandingkan dengan glibenklamid (p 0.05). (A. Eidi, M. Eidi, R. Darzi. Antidiabetic effect of Olea europaea L. in normal and diabetic rats, Department of Biology, Science and Research Branch, Islamic Azad University, Tehran, Iran)

Kombinasi Diacose Gold dan Eropea sudah terbukti dalam membantu meningkatkan kadar agen metabolisme gula darah, membantu mencegah penurunan dan menekan apoptosis sel ß pankreas, serta membantu menurunkan kerusakan akibat Hiperglikemia terhadap organ hati, ginjal dan jantung setelah diberikan selama 4 - 7 minggu (p 0,05).Program Penatalaksaan ini kami beri nama MELLITUS CARE

KONSULTASI PENGOBATAN GRATIS VIA WHATSAPP

  Chat Via Whatsapp
(081 288 000 300)


Tentunya ada proses yang harus anda jalani untuk mendapatkan perbaikan yang signifikan dalam menggunakan Mellitus Care diatas dalam menangani penyakit diabetes Mellitus, yaitu :

1. Jangan pernah mengkonsumsi apapun yang memiliki rasa manis. Jangan percaya dengan iklan produk gula “jagung”, “gula khusus Diabet” MENGAPA??? Karena kami telah menyelidiki lebih jauh bahwa sebagian besar produk tersebut menggunakan gula buatan berjenis ASPARTAM yang dalam berbagai penelitian disebutkan bila ASPARTAM di gunakan bersama air panas dapat memicu terjadinya kanker. Apakah sebanding resiko dengan manfaat yang akan anda dapatkan?? (Schernhammer ES, Bertrand KA, Birmann BM, Sampson L, Willett WC, Feskanich D. Consumption of artificial sweetener– and sugar-containing soda and risk of lymphoma and leukemia in men and women. Am J Clin Nutr 2012;96:1419–28)

2. Kurangi konsumsi Karbohidrat menjadi hanya ¼ takaran anda biasanya. Usahakan hanya mengkonsumsi karbohidrat sekitar 2-3 sendok makan saja dalam sehari. Anda bisa memperbanyak konsumsi protein seperti ikan dan ayam serta memperbanyak serat dari sayuran hijau. INGAT !!! Karbohidrat itu bukan hanya NASI. Tapi Buah, mie, Kentang, Ubi, Singkong, Roti, Tepung, Gorengan, Biskuit juga termasuk KARBOHIDRAT. Jadi anda perlu menghindarinya.

3. Selalu periksakan Kadar Gula Darah anda 2x sehari selama 2 bulan pertama menggunakan program Mellitus Care yaitu 2 jam setelah makan malam dan 12 jam setelah makan malam untuk mengevaluasi perbaikan kinerja pankreas anda.

4. Tetap berolahraga agar tubuh anda dapat lebih baik dalam memanfaat kan gula darah didalam tubuh anda.

5. Bersabarlah, setidaknya butuh waktu 6 bulan menggunakan Meliitus Care untuk melihat perbaikan yang signifikan pada penyakit Diabetes Mellitus Anda.



VIDEO HASIL BUKTI MEDIS DIABETES MELLITUS




(* DISCLAIMER : Hasil dapat berbeda-beda pada tiap individu)


Ingat !!! Penyakit DIABETES MELLITUS TIPE II Adalah Penyakit SERIUS Yang Dapat Mengancam Nyawa Anda

SEGERA KONSULTASIKAN KELUHAN ANDA KEPADA KAMI SEBAGAI LANGKAH AWAL DALAM MENJALANI.

Program Penyembuhan Penyakit

DAPATKAN KONSULTASI GRATIS

Bersama Konsultan Kami Via Whatsapp

  Chat Via Whatsapp
(081 288 000 300)


  Chat Via Whatsapp
(0819 820 221)


  Chat Via Whatsapp
(0857 2020 2039)


Hasil Medis Alkindi

Wanita usia 51 tahun



Pria usia 49 tahun



Pria usia 60 tahun

(* DISCLAIMER : Hasil dapat berbeda-beda pada tiap individu)

Produk Alkindi

DIACOSE GOLD

KOMPOSISI:
- Tithonia diversifolia.
- Plantago major L.
- Cyclocarya paliurus.

KEGUNAAN:
- Membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes millitus tipe II.

EFEK SAMPING:
- Hipoglikemi.
- Pusing.
- Mual.
- Berkeringat dan berdebar-debar.


HARGA : Rp.450.000

EROPEA

KOMPOSISI:
- Olea europaea oil.

KEGUNAAN:
- Membantu memperbaiki kerusakan sel ß pulau langerhans.
- Membantu meningkatkan sensifitas reseptor agen metabolisme gula darah terhadap membran sel.

EFEK SAMPING:
- Tidak memiliki efek samping.


HARGA : Rp.80.000

ALKINDI PUSAT

Jalan IR. Haji Juanda No. 13, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16423

Telepon: (021) 7721-9559 atau (021) 2986-7985

Mobile: 0819-820-221 / 0857-2020-2039 / 0812-8800-0300

INFO DAN PEMESANAN, SILAHKAN HUBUNGI


A. PHONE: (021) 2986-7985
  HUBUNGI KAMI SEKARANG

B. MOBILE:
- 081 288 000 300
- 0819-820-221
- 0857-2020-2039